AKTIFITAS SUNGAI BAWAH TANAH


Browns-Canyon-rafting-content-image

 

DURASI: 45-1 JAM

FASILITAS YG DI DAPAT

  1. BAN
  2. PELAMPUNG
  3. PEMANDU
  4. Teh panas
Jumlah orang:

RP 40.000,00

 


Goa Pindul adalah objek wisata berupa Goa yang terletak di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Goa Pindul dikenal karena cara menyusuri Goa yang dilakukan dengan menaiki ban pelampung di atas aliran sungai bawah tanah di dalam Goa, kegiatan ini dikenal dengan istilah cave tubing. Aliran sungai bawah tanah dimulai dari mulut Goa sampai bagian akhir Goa, di dalam Goa terdapat bagian sempit yang hanya bisa dilewati satu ban pelampung, sehingga biasanya wisatawan akan bergantian satu per satu untuk melewati bagian ini. Panjang Goa Pindul adalah 350 meter dengan lebar 5 meter dan jarak permukaan air dengan atap Goa 4 meter. Penelusuran Goa Pindul memakan waktu kurang lebih selama satu jam yang berakhir pada sebuah dam. Aliran sungai yang berada di dalam Goa Pindul berasal dari mata air Gedong Tujuh. Obyek wisata Goa Pindul diresmikan pada 10 Oktober 2010. Legenda penamaan Gua Pindul yang dipercayai dan dikisahkan turun temurun oleh masyarakat sekitar berasal dari kisah perjalanan Joko Singlulung yang menelusuri hutan lebat, sungai, hingga gua untuk mencari ayahnya. Saat sedang menyusuri 7 gua yang memiliki aliran sungai di bawahnya, kepala Joko terbentur sebuah batu sesar yang ada di dalam gua. Gua tempat Joko terbentur tersebut dinamai Gua Pindul yang berasal dari kata dalam bahasa Jawa pipi gebendul yang berarti pipi yang terbentur. Gua Pindul 1 dari 7 keajaiban gua vertikal dan horisontal penciptaan Sang Pencipta, mengapa ajaib, tak satupun makhluk Tuhan yang bernama manusia mampu untuk membuat hal serupa. Namun keluar dari spektrum religi, Gua Pindul merupakan gua yang memiliki tipologi gua vertikal dan horisontal, dengan keunikan dan keanggunan langit-langit dan dinding berlapis stalagmit yang berusia ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Serta aliran sungai bawah tanah yang tenang dan jernih akan memberikan sensasi relaksasi yang alami bagi siapa pun yang mengunjungi. Ketika memasuki gua dan mendekati area gelap, beberapa hewan kecil nacturno kelelawar berterbangan melintasi dinding atas gua yang membuat suasana menjadi sedikit bernuansa taman safari. Gua pindul dikatakan memiliki 2 tipologi, gua vertikal dan horisontal, karena kita dapat memasuki gua ini dari 2 mulut gua yang berdiri kokoh, pula dapat melalui 2 mulut gua yang terhampar di atas bukit (2 pintu gua vertikal ini tidak direkomendasikan untuk dilalui para pengunjung). Dengan kedalaman air yang cukup dalam, ada satu undakan batu di dalam gua yang dapat digunakan sebagai tempat untuk melompat ke dalam air di dalam gua dan berenang sesuka hati, namun dengan pelampung tentunya, karena diwajibkan oleh pengelola. Ketika di mulut gua, akhir perjalanan menyusuri keindahan gua pindul, mengekspresikan diri dengan berenang dan melompat dari tebing dengan ketinggian berlevel akan semakin menambah kepuasan batin yang penuh sensasi.